Pertobatan yang Benar

"Tuhan tidaklah berlambat-lambat menepati janji-Nya,
seperti dikatakan oleh orang-orang yang menyangkanya demikian. Tetapi,
Ia panjang sabar terhadap kamu karena Ia tidak mau ada seorang pun yang binasa, melainkan supaya semua orang datang kepada pertobatan."

Injil, Surat 2 Petrus 3:9

 

Pernahkah Anda melakukan sebuah perjalanan, namun setelah jalan begitu jauh ternyata arah yang Anda tempuh salah. Itu justru menyebabkan Anda menjauh dari tujuan atau sasaran yang akan Anda tuju. Jika Anda salah arah pasti yang harus dilakukan berbalik dan kembali kepada arah yang benar agar sampai pada tujuan yang akan Anda tuju.

Sebagai pengikut Isa Al-Masih kehidupan kita harus dimulai dengan pertobatan. Apa itu pertobatan yang benar?

Berbicara tentang pertobatan yang benar itu berarti Anda berhenti meninggalkan masa lalu yang buruk, perbuatan dosa dan mengaku dihadapan Tuhan serta tidak mengulanginya lagi dan mulai melakukan apa yang baik dan benar. Anda memutar balik arah hidup Anda berjalan kearah perubahan, hidup tidak sama lagi seperti masa lalu.

Pertobatan bukan berarti seseorang menjadi sempurna dan tidak pernah jatuh lagi. Pertobatan berarti arah hidup Anda berubah. Ia tidak lagi membenarkan dosa, tetapi belajar meninggalkannya dan kembali kepada Tuhan.

Firman Allah berkata: “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.” (Kisah Para Rasul 3:19).

Kita membawa semua kelemahan dan dosa kita dihadapan Allah. Pertobatan bukan dihasilkan dengan kekuatan sendiri melainkan dengan pertolongan Allah melalui Roh Suci-Nya. Kita harus datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati. Menyadari kita adalah orang berdosa, kita menyesal dan berbalik kepada Allah dan mulai mentaati-Nya.

Pengampunan Allah sudah selesai, Isa Al-Masih sudah menebus dosa-dosa kita di atas kayu salib, Dia mati untuk kita orang berdosa karena kita sangat bergharga bagi-Nya. Isa sudah menghacurkan kuasa iblis, maut dan kematian kekal di atas kayu salib agar kita bisa hidup berkenan kepada-Nya. Firman Allah berkata: “Siapa ada di dalam Al-Masih, ia adalah ciptaan baru. Hal-hal yang lama sudah berlalu, dan semuanya telah menjadi baru.” (Injil, Surat 2 Korintus 5:17).

Pertanyaan:

  1. Apakah ada “arah hidup” atau dosa yang Saya sadari sedang menjauhkan saya dari Tuhan, dan apakah saya sungguh-sungguh mau berbalik kepada-Nya? 
  2. Apakah saya hanya merasa menyesal atas dosa, atau sudah mengambil langkah nyata untuk meninggalkan kehidupan lama dan hidup dalam ketaatan kepada Allah? 
  3. Sebagai ciptaan baru di dalam Isa Al-Masih, perubahan apa yang Tuhan ingin saya lakukan dalam kehidupan saya mulai hari ini?
Membagikan

Dorongan Anda sangat berharga bagi kami

Cerita Anda membantu mewujudkan situs web seperti ini.